Selamat Datang

Kuucapkan terimakasih untuk teman teman yang mengiklhaskan sedikit waktunya untuk menengok karya poetra PETA....

Sesaji Gunung Kelud

Sabtu, 17 Desember 2011


Sumber foto langsung (di wisata G.Kelud)
Gunung kelud terletak di Jawa timur masuk kedalam tiga wilayah yaitu Bltar,Kediri, dan Malang. Akan tetapi yang sekarang exis dengan daerah wiasta atau yang dibuka untuk tempat wisata adalah gunung kelud yang masuk wilayah kabupaten Kediri.
Pada zaman dahulu gunung merupakan tempat yang sacral bagi umat manusia utamanya adalah umat hindu budha. Seperti contohnya gunung kelud yang merupakan gunung tolak kejahatan. Di tinjau dari asal kata gunung kelud tersebut yaitu kelud berarti membersihkan, dalam konteks ini membersihkan berarti membersihkan segala sesuatu yang bersifat negative. Kita lihat saja sampai sekarang gunung kelud tersebut masih aktif itu bisa dikatakan atau disimpulkan bahwa masih banyak lagi segala sesuatu yang berbau negative yang perlu di tumpas atau di bersihkan.
Dewasa ini masyarakat masih mempercayai bahwa suatu gunung merupakan sesuatu tempat yang sacral khususnya masyarakat disekitar gunung tersebut. Seperti halnya masyarakat lain yang berada di lereng gunung, masyarakat yang ada di sekeitar lereng gunung kelud ini juga mempercayai bahwa gunung kelud merupakan tempat yang sacral. Nampak bahwa setiap satu tahun sekali tepatnya pada bulan suro (bulan dalam hitungan Jawa) masyarakat sekitar lereng gunung kelud mengadakan upacara atau ritual sesaji gunung kelud yang dilakukan di kawah gunung kelud tersebut.
Sumber foto langsung (di wisata G.Kelud)
Menurut masyarakat sekitar ritual  yang dilaksanakan setiap satu tahu sekali yaitu pada bulan suro ini merupakan bukti adanya keseimbangan antara alam dengan manusia di muka bumi ini. Dari penuturan masyarakat yang melakukan ritual tersebut kami dapat mengambil kesimpulan bahwa alam sebagai tempat dan sebagai pusat kegiatan masyarakat dalam bidang sosial,budaya,ekonomi,dan lain sebagainya yang bisa dikategorikan sebagai kegiatan manusia. Jadi alam ini merupakan fasilaitas bagi manusia, oleh karena itulah agar alam bisa bersahabat atau seimbang dengan jasanya kita perlu memberi istilahnya balas budi, bentuk balas budi manusia dengan alam ini sangat banyak bentuknya tergantung bagaimana adat istiadat masyarakat yang hidup di dalamnya, seperti misalnya di gunung kelud ini bentuk balas budi dengan alamnya yaitu melakukan ritual sesaji di kawah gunung kelud.
Ritual sesaji di kawah gunung kelud ini yang dilarungkan hanyalah simple yaitu hasil dari kegiatan manusia yang di lakukan di bumi atau alam tersebut. Seperti contohnya jika di masyarakat gunung kelud mereka melarungkan sesaji berupa hasil hasil pertanian. Semacam itulah masyarakat di sekitar lereng dunung kelud menghargai alam dengan bentuk balas budi berupa sesaji yang diletakan di kawah gunung kelud tersebut. Merekapun menyakini dengan hal semacam ini alam dan manusia yang menempati alam tersebut dapat seimbang dan meyakini juga selamat dari bahaya protes alam terhadap ketidak baikan (kegiatan yang bisa dikategorikan negative)  manusia.
Dengan adanya bentuk balas budi manusia atau masyarakat semacam ritual inilah justru melahirkan toleransi agama yang sangat kuat disetiap penganut agama masing masing. Selain melahirkan toleransi agama juga melahirkan suatu kebudayaan yang baru dalam tatanan kehidupan masyarakat. Mengingat bahwa dahulu ketika nusantara masih merupakan daerah yang di tempati sistem birokrasi kerajaan dan masih ada dua agama yang sangat kuat pengaruhnya dalam masyarakat yaitu hindhu dan budha. Dewasa ini dikaitkan dengan hukum alam yaitu segala sesuatu mesti akan berubah dalam nusantara ini juga semacam itu. Kita lihat dari segi agama sekarang di dalam nusantara dulunya yang sekarang Indonesia agama yang di akui hanya dua hindhu dan budha sekarang tidak hanya Hindu dan Budha akan tetapi Islam, Kristen, Katolik, dan Kong hucu. Dari pemerintahan yang dulunya sisitem birokrasi tradisional atau kerajaan sekarang berubah menjadi sistem birokrasi kerepublikan.
Sumber foto langsung (di wisata G.Kelud)
   Dilihat dari kronologi semacam itulah toleransi agama juga dengan sendirinya atas dasar kesadaran manusia dan atas dasar ajaran dari agama yang di anut manusia tersebut muncul. Seperti contohnya toleransi agama yang sangat kuat dikalangan masyarakat yaitu di masyrakat sekitar lereng gunung kelud. Kembali lagi ke pembahasan megenai ritual, dalam ritual tersebut toleransi agama sangatlah menonjol, bukti kemenonjolanya bisa dilihat ketika masyarakat sekitar gunung kelud ini pada setiap tahunya melakukan ritual larung sesaji. Masyarakat yang melakukan larung sesaji ini tidak hanya dari kalangan agama hindhu dan budha saja akan tetapi  ada lima agama yang melakukan ritual tersebut yaitu selain agama hindhu dan budha, Kristen, Katolik, dan Islam juga ikut melakukan ritual tersebut. Masyarakat yang berbeda agama ini terlihat saling menghargai satu sama lain. Dari peristiwa tersebut kami dapat menyimpulkan mengapa lahir toleransi agama yang sangat kuat karena mereka meskipun berbeda agama akan tetapi mereka mempunyai tujuan yang sama yaitu melakukan balas budi terhadap alam yang menyediakan fasilitas untuk manusia melakukan segala bentuk kegiatan.
Sumber foto langsung (di wisata G.Kelud)

 ya,,,,,selain saya pengamatan ikut ikut,,,memasang gambar wajah sedikit di acara ritual untuk menghormati dan bukti toleransiku kepada masyarakat disana sekalian  axis ,,,juga,,,heheheheh,,,,,,

Petualanganku bersambung sampai disini dulu sobat,,,,,,,,ikuti dan tunggu petualangan selanjutnya,,,,,

                     
                   to be continew,,,


Ipan76 | Tekisik Aneka | Greenboxindonesia

0 komentar:

Posting Komentar