Selamat Datang

Kuucapkan terimakasih untuk teman teman yang mengiklhaskan sedikit waktunya untuk menengok karya poetra PETA....

Antropologi sosial (budaya) dan Sosiologi

Selasa, 27 Maret 2012


Persamaan dan perbedaan Antropologi sosial (budaya) dengan Sosiologi

Sekilas antara ilmu antropologi sosial atau budaya (antropologi sinkronik) dengan sosiologi tidak ada perbedaan sama sekali. Antropologi sosial atau budaya mengkaji tentang masyarakat dan kebudayaan untuk mencari unsur unsur yang sama dan kebudayaan di dalam masyarakat tersebut yang bertujuan untuk mencapai pengertian asas asas kehidupan masyarakat dan kebudayaan pada umumnya dan inipun merupakan suatau kajian dari sosiologi. Dengan demikian kajian kedua ilmu tersebut sama yaiatu objeknya adalah masyarakat, akan tetapi ada perbedaan yang mendasar antara kedua ilmu tersebut :


1.      Kedua ilmu itu masing masing mempunyai asal mula dan sejarah yang berbeda.
2.      Perbedaan sejak awal tersebut menyebabkan pengkhususan pada pokok dan bahan penelitian dari kedua ilmu tersebut
3.      Perbedaan sejak awal tersebut juga telah menyebabkan berkembangnya metode metode dan masalah masalah yang khusus pada kedua ilmu tersebut.
Sejarah perkembangan ilmu Antropologi sosial atau budaya ( antropologi sinkronik).
Fase pertama sebelum 1800 an kedatangan orang eropa barat di benua afrika, asia dan Amerika skitar awal abat 15 sampai akhir abat 16, susku suku pribumi berbagai daerah tadi mulai terpengaruh oleh negara eropa barat. Banyak tulisan,catatan,diskripsi dari para musafir,pelaut pendeta eropa barat. berangkat dari beragam tulisan tadi  para kalangan terpelajar eropa barat memiliki pandanganya yang mengganggap bahwa selain masyarakat eropa barat di anggap bahwa manusia manusianya adalah keturunan iblis atau manusia jadi jadian. Keanehan keanehan ini kemudian menarik hati para kalangan terpelajar eropa barat untuk meneliti adat istiadat serta benda benda kebudayaanya untuk di publikasikan kepada masyarakat eropa barat. Hal ini menimbulkan pemikir pemikran para ilmuan orang eropa barat untuk meneliti lebih lanjut dengan mengintregasikan bahan bahan etnografi tersebut yang ada menjadi satu.
Fase kedua sekitar pertengahan abat ke 19, perkembangan ilmu antropologi ini bersifat akademis yaitu mempelajari masyarakat primitive dengan tujuan untuk mendapatkan segala pengertian tentang tingkat tingkat kuno dalam sejarah dalam sejarah evolusi dan sejarah persebaran kebudayaan manusia di muka bumi.
Fase ketiga awal abat ke 20,pada fese ini perkembangan ilmu antropologi bersifat praktis yaitu mempelajri suku suku primitive dengan tujuan untuk mengetahuai masyarakat belum kompleks pada suatau daerah yang dipelajari tersebut. tujuan dari ilmu antropologi yang praktis tersebut di cari untuk tujuan atau kepentingan pemerintahan suatu negara yang mempelajari suku tersebut guna untuk mengetahui masyarakat modern yang secara kompleks, karena mereka mengganggap bahwa mempelajari masyarakat yang belum komplek dapat menambah pengertian mengenai masyarakat modern yang kompleks.
Fase ke empat, sekitar tahun 1930 an, pada fase terakhir ini perkembangan ilmu antropologi memiliki tujuan ganda yaitu tujuan akademis dan tujuan praktis. Tujuan akademis adalah untuk mencapai pengertian manusia pada umumnya dengan mempelajari bebagai bentuk fisiknya, masyarakatnya dan kebudayaanya. Sedangkan tujuan praktisnya adalah mengingat bahwa antroplogi mempelajari masyarakat suku bangsa tujuan praktis ini mempelajari masyarakat beragam suku bangsa guna untuk membangun masyarakat masyarakat suku bangsa tersebut agar lebih baik.
Sejarah perkembangan ilmu Sosiologi
Ilmu sosiologi pada mulanya berangkat dari ilmu filsafat. Dalam menganalisa masalah masalah mengenai sains para ahli filsafat juga memikirkan masalah masalah sosial sehingga munculah filsafat sosial. Pada fase fase perkembanganya sejak abad ke-19 seseuai dengan perubahan filsafat, konsep konsep serta teori teori dan cara berfikir orang eropa barat filsafat sosial ini juga mengalami perubahan. Ketika krisis melanda masyarakat eropa barat akibat adanya revolusi prancis dan revolusi industri dan lain sebagainya. Kegiatan menganalisa masyarakat semakin diperkuat.
Para ahli filsafat seperti H.de saint-simon (1760-1825) dan A.comte (1789-1857) menyadari mengenai sifat positif dari semua cabang ilmu pengetahuan, termasuk ilmu tentang relasi masyarakat maka dari itulah muncul suatu ilmu sendiri yaitu Sosiologi.ilmu ini menjadi lebih valid dan diakui oleh dunia baru pada tahun 1925. Dengan demikian antara antropologi budaya atau sosial dan sosiologi memiliki perbedaan yang mendasar. Antropologi budaya atau sosiologi berangkat dari himpunan himpunan suatu tulisan dan keterangan tentang berbagai masyarakat dan kebudayaan masyarakat Inlander  bukan Eropa, yang menjadi suatu ilmu khusus karena adanya suatu kepentingan untuk mencapai pengertian mengenai tingkat tingkat perkembangan masyarakat dan kebudayaan  bangsa Eropa barat. Sedangkan Sosiologi berawal dari suatu ilmu filsafat yang pada fase perkembanganya menjadi suatu ilmu khusus, karena ketika itu masyarakat dilanda krisis krisis sangat memerlukan suatu pengertian yang mendalam tentang asas asa manusia dan kebudayaan suatu masyarakat.


Koentjaraningrat (1996)


Ipan76 | Tekisik Aneka | Greenboxindonesia

5 komentar:

Andreas Babut mengatakan...

ooohhh,,jadi intix sosiologi muncul,akibat krisis yang melanda negara-negara eropa saat itu...
dan Antropologi muncul akibat keinginan orang-orang Eropa yang ingin mendeskripsikan suku-suku bangsa di dunia..gitu yaa??

Kang Ir mengatakan...

mas andreas....iya mas ...

Admin mengatakan...

thanks' infonya untuk menambah wawasan

Kang Ir mengatakan...

iya sama sama mas..

Bintang Raksaguna mengatakan...

http://www.safetyshoes.co.id/

Posting Komentar