Selamat Datang

Kuucapkan terimakasih untuk teman teman yang mengiklhaskan sedikit waktunya untuk menengok karya poetra PETA....

Monumen Trisula (Strategi Trisula)

Selasa, 06 Maret 2012

Sumber Pribadi (penulis numpang foto)
Monumen Trisula didirikan didaerah Blitar selatan, tepatnya di desa Bakung Kecamatan Bakung Blitar. Monument ini diresmikan pada tanggal 18 Desember 1972 oleh M. Yasin yang pada saat itu menjabat sebagai Letnan Jendral TNI Angkatan Darat yang bertugas sebagai “Deputy Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat” dan di sahkan oleh Surat Keputusan Panglima Daerah Militer VIII Brawijaya, Mayor Jendral TNI Wijoyo Soejono No : SKEP/2012/VIIII/1972 tanggal 16 Agustus 1972.


Sumber Pribadi
Monumen Trisula didirikan untuk mengenang jasa para pahlawan dalam melakukan pemberantasan G.30.S/PKI Tahun 1965. dlam gerakan tersebut banyak dari oknum oknum PKI yang melarikan diri keberbagai plosok daerah di indonesia salah satunya adalah daerah Blitar selatan desa bakung kecamatan bakung kab, Blitar. Tokoh-tokoh sisa-sisa G.30.S/PKI baik dari Pusat (CC) maupun Tingkat I (CDB) masuk ke Blitar antara lain : 1.Oloan Hutapea 2. Ruslan Widjaja Sastra 3. Ir. Surahman 4. Cugito 5. Mardjoko 6. Suripto al Iskandar Subekti 7. Suwandi 8. Gatot Sutaryo 9. Munir 10. Sukatno 11. Rewang 12. Ex. Letkol Pratomo dll. Para tokoh tersebut melarikan ke daerah Blitar kemungkinan dipandang dari segi geografis daerah Blitar selatan merupakan daerah yang kering dan tandus serta banyak bukit bukit yang dikerumuni semak belukar sebagai tempat atau markas bersembunyi selain itu meskipun daeranya tergolong medan yang berat akan tetapi sangat memudahkan untuk melarikan diri lagi ketika terkepung karena sangat dekat dengan pantai selatan, sedangkan dilihat dari segi sosiologisnya mayoritas masyarakatnya adalah petani dan tingkat pendidikannya masih tergolong sangat rendah memudahkan para tokoh tokoh PKI tersebut melakukan doktrin terhadap masyarakatnya tentang ideologi KOMUNISME PKI.

Strategi tokoh tokoh PKI tersebut sangatlah brilian akan tetapi hal tersebut terdengar kedalam telinga para TNI angkatan darat bangsa Indonesia. 1. Letda Krtomo (Yoonif 521) 2. Pelda Moenasir (Yonif 531/R) 3. Sema Misiran (Yonif 531/R) 4. Sertu Soebijanto (Yonif 511) 5. Sersan Purna Soehadjo (Puskopat Dam VIII/Brawijaya) 6. Koptu Soekerman (Yonif 511) 7. Kopda Samoe'in (Yonif 511) dengan segera setelah mendengar berita bahwa banyak dari tokoh PKI yang melarikan diri ke Blitar para TNI AD melakukan operasi terakhir yang di beri nama OPERASI TRISULA. PKI mempunyai strategi menyebar didukung dengan kondisi geografis daerah Blitar selatan tidak hanya PKI yang mempunyai strategi brilian para TNI  juga mempunyai strategi yang sangat brilian dilihat dari segi geografisnya yang berbukit bukit mereka mendirikan markas diatas bukit yang bertujuan untuk memantau musuh dari berbagai penjuru mata angin. selain itu para pahlawan dilihat dari segi sosiologis masyrakat mereka merangkul para masyarakat dengan melakukan doktrin agar kembali kejalan yang benar dan mengambil hati masyarakat agar membantu melawan para tokoh Komunis PKI.
Sumber Pribadi
Para TNI AD dan PKI dengan memanfaatkan segi geografis daerah dan segi sosiologis masyarakat Blitar selatan melakukan peperangan yang berlangsung beberapa bulan. Perperangan ideologi yang didukung oleh faktor geografis dan faktor sosiologis ini berakhir dengan habisnya para tokoh PKI.

Sumber Pribadi
Peta yang terdapat didalam markas TNI AD. peta tersebut menggambarkan strategi para TNI AD dalam melakukan operasi trisula yang bertujuan untuk menumpas membersihkan KOMUNISME PKI dari bangsa Indonesia.


Sumber Pribadi
Beberapa prasasti yang terdapat pada Monumen Trisula mulai dari tahun pendirian, sampai nama nama TNI AD dan tokoh masyrakat yang berpartisipasi dalam melakukan operasi trisula di daerah Blitar selatan (Bakung). -ir-


Ipan76 | Tekisik Aneka | Greenboxindonesia

1 komentar:

febri d c mengatakan...

good job bos.. sejarah lokal asli blitar

Posting Komentar