Selamat Datang

Kuucapkan terimakasih untuk teman teman yang mengiklhaskan sedikit waktunya untuk menengok karya poetra PETA....

Tri Suci Bulan Bung Karno

Minggu, 24 Juni 2012

Bulan juni merupakan bulan yang sangat istimewa bagi orang muslim, selain itu bulan Juni juga sangat istimewa bagi masyarakat Blitar karena pada bulan ini terdapat tiga peristiwa yang berkaitan erat dengan sejarah dan akhirnya menjadi sebuah agenda tahunan bagi masyarakat Blitar. Ketiga peristiwa tersebut adalah:



1.      Pada bulan 1 Juni merupakan hari kelahiran Pancasila
2.      Pada bulan 6 Juni merupakan hari kelahiran Bung Karno (Presiden pertama RI)
3.      Pada bulan 21 Juni merupakan hari wafatnya Bung Karno (Presiden pertama RI)
GREBEG PANCASILA
Pada tanggal 1 Juni merupakan hari yang sangat terkenal di masyarakat Indonesia karena hari tersebut merupakan hari lahirnya Pancasila sebagai landasan atau ideology Bangsa Indonesia. Menurut kisah sejarah lahirnya Pancasila di cetuskan oleh presiden pertama kalai Indonesia yaitu Ir. Soekarno yang akrab di sapa dengan nama Bung Karno. Beliau lahir di Surabaya pada tanggal 6 Juni 1901 dan wafat pada tanggal 21 Juni 1970. Beliau di makamkan di Blitar oleh sebab itulah daerah Blitar terkenal dengan sebutan bumi Bung Karno.Kekharismatikan Bung Karno masih terpancar sampai sekarang di Idonesia khususnya di daerah Blitar. Kharismatik tersebut terbukti hingga sekarang oleh masyarakat Blitar yang memperingati hari lahirnya Pncasila dengan menggunakan rangkaian acara budaya.

Gerbeg Pancasila merupakan acara budaya yang di adakan oleh masyarakat Blitar untuk memperingati hari lahirnya Pncasila pada tanggal 1 Juni. Ritus prosesi grebeg Pancasila ada lima mata acara pokok yaitu:
1.      Bedholan Grebeg
Sebuah ritus penyiapan uba rampe untuk kegiatan Grebeg Pancasilaberupa kirap lambang negara dan perlengkapan upacara.
2.      Tirakatan / Renungan
Merupakan salah satu kegiatan ritual malam menjelang tanggal 1 Juni, dengan maksut untuk merenungkan dan menghayati pentingnya Pancasila sebagai nilai nilai luhur bangsa Indonesia.
3.      Upacara Budaya
Sebuah hari lahir Pancasila yang di desain sebagai peristiwa budaya oleh seniman seniman Blitar, dengan sentuhan dan piranti etik dan estetika yang tinggi tanpa meninggalkan kekhidmatan dan makna sebuah upacara yang dilaksanakan di Alon Alon kota Blitar.
4.      Kirab Gunung Limo
Sebuah acra arak arakan gunungan limo, sebagai penggambaran lima dasar Pancasila. Simbolis guningan limo menurut budayawan KRT Sukardi Purwoyudhi Negoro, berisikan hasil bumi yaitu onthong ( jantung pisang), kacang panjang, wortel, bawang merah, bawang putih, jeruk dan cabe merah. Onthong ditempatkan di paling atas pada gunungan limo hal ini mengandung pesan perlunya hati yang bersih dan mengutamakan nurani tidak megandalkan otak dan kecakapan semata. Kacang panjang mengandung arti bahwa semua tingkah laku itu harus mengikuti aturan dan rambu rambu yang ada, bawang merah bawang putih bermakna eksistensi ayah dan ibu, mengingatkan asal usul dan tujuan hidup di kemudian hari, sedangkan wortel yang merupakan bukan asli tanaman bangsa Indonesia mengandung makna bahwa bangsa Indonesia bisa menerima budaya asing yang masuk ke Indonesia tentunya dengan suatu penyaringan terlebuh dahulu.
5.      Kenduri Pancasila
            Ritus terakhir ini berupa selamatan mendoakan arwah Bung Karno yang diselenggarakan di makam Bung Karno. Kenduri Pancasila tersebut mengandung arti pertama: agar arwah Bung Karno mendapatkan tempat yang layak di sisiNya, kedua: masyarakat Blitar menemukan kesentosaan, dan yang terakhir adalah ajang silaturahmi “ Manunggaling lan Pangarsa” bersatunya masyarakat Blitar dengan aparat di Kota Blitar.

Setelah pemberian doa kepada sang Proklamator selesai acara dilanjutkan dengan “Ngalap Berkah” yaitu ritus dimana Gunungan Limo yang menjadi media pemanjatan doa diperebutkan oleh masyarakat yang menghadiri acara pada hari lahirnya Pancasila tersebut. Masyarakat Blitar percaya bahwa sayuran yang di hias membentuk gunungan limo tersebut memiliki nilai supranatural yang di yakini membawa keselamatan bagi masyarkat Blitar. Meskipun demikian masyarakat Blitar masih sangat percaya dengan sang pencipta yaitu Gusti Pengeran (Tuhan) yang memberikan keselamatan dan kehidupan di alam semesta ini.

BROKOHAN
Menurut adat Jawa Brokohan merupakan ritual selamatan yang di tujukan untuk keselamatan bayi yang baru lahir di dunia. Pada tanggal 6 Juni 1901 merupakan hari lahirnya Putra Sang Fajar yiatu Ir. Soekarno presiden pertama bangsa Indonesia. Acara atau ritual Brokohan ini diselenggarakan di Istana Gebang di mana tempat tersebut adalah salah satutempat tinggal Bung Karno semasa masih hidup. Ritual brokohan dari berbagai lapisan sosial masyarakat Blitar tersebut di gelar untuk memperingati hari lahirnya Bung Krno.


Selain itu dari salah satu lapisan masyarakat yang bejiwa seni tinggi juga ikut memeriahkan peringatan hari lahirnya Bung Karno dengan memamerkan sebuah lukisan foto Bung Karno dengan gambaran berdiri tegap santai mata memandang masa depan bangsa Indonesia sebesar 22 x 10 meter. Lukisan tersebut merupakan hasil karya Sonny Yuliono, anggota Paguyuban Masyarakat Gebang Kidul (Bangkid), Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, dimana Istana Gebang berada. Pengerjaannya sendiri telah dimulai sejak 20 Mei lalu bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) dan baru selesai Selasa, 5 Juni, dini hari. Hal ini menggambarkan ke kharismatikan Bung Karno hingga saat ini masih terpancar di daerah kota Blitar.

HAUL BUNG KARNO
 Haul Bung Karno merupakan selamatan untuk memperingati hari wafatnya Ir. Soekarno. Menurut adat Jawa selamatan untuk memperingati wafatnya seseorang bertujuan agar seseorang yang sudah meninggal tersebut mendapatkan ketenangan di sisi Sang Pencipta alam semesta. Ritual ini di selenggarakan di komplek Makam Bung Karno (MBK) Setiap tanggal 21 Juni. Pagelaran doa untuk arwah sang Proklamator tersebut dihadiri sekitar 1000 masyarakat Blitar dengan membawa tumpeng dari rumah masing masing untuk disajikan dan di makan bersama sama masarakat yang menghadiri selamatan tersebut.

Dengan demikian dapat di tarik kesimpulan bahwa Bung Karno dianggap sosok pemimpin negara yang kharismatik di Indonesia khususnya oleh masyarakat Blitar. Selain itu masyarakat Blitar dari berbagai lapisan sosial yang melaksanankan atau menciptakan Budaya Grebeg Pncasila dengan ritual ritual dan seni seni yang bernilai estetika tinggi tersebut guna untuk memperingati hari lahirnya Pncasila, hari lahirnya Bung Karno dan Hari wafatnya Bung Karno. Dengan adanya ritual ritual dan kesenian yang di sajikan di acara yang di sebut Tri Suci oleh masyarakat Blitar tersebut mencerminkan bahwa adat dan kebudayaan Jawa masih sangat kental tertanam pada hati sanubari masyarakat Blitar. Meskipun berbagai agama seperti agama Hindhu, Budha, Kristen, Katolik, Islam, Khonghu Chu, Kejawen, penghayat sudah masuk kedalam masyarakat Blitar akan tetapi cirri khas adat Jawa yang sudah dipunyai nenek moyang sebelum agama lain masuk ke Blitar tetap ada dan di akulturasikan dengan kebudayaan yang masuk sehingga memperkaya kebudayaan sendiri.

Sumber : Panduan Grebeg Pancasila


Ipan76 | Tekisik Aneka | Greenboxindonesia

0 komentar:

Posting Komentar