Selamat Datang

Kuucapkan terimakasih untuk teman teman yang mengiklhaskan sedikit waktunya untuk menengok karya poetra PETA....

Asmaradhana Bumi Nusantara

Minggu, 22 September 2013

            Kebudayan adalah seluruh sistem gagasan dan rasa, tindakan, serta karya yang di hasilkan manusia dalam kehidupan bermasyarakat, yang di jadikan miliknya dalam bentuk belajar ( Koentjaraningrat,1996 hal. 72). Dengan demikian hampir dari keseluruhan tindakan manusia merupakan suatu kebudayaan, karena suatu tindakan manusia dalam kehidupan bermasyarakat yang tidak di lakukan dengan belajar adalah suatu naluri. Jadi kebudayan menyangkut manusia dan masyarakatnya, kalau hanya menyangkut individu itu sendiri adalah kepribadian.
            Dalam suatu kebudayaan terdapat tujuh unsur universal yang dapat di temukan dalam semua bangsa di dunia yaitu 1. Bahasa 2. Sistem pengetahuan 3. Organisasi sosial 4. Sistem peralatan hidup 5. Sistem mata pencaharian 6. Sistem religi 7. Kesenian (Koentjaraningrat, 1996 hal. 81). Kesenian merupakan salah satu dari ketujuh unsur kebudayaan atau dengan kata lain merupakan bentuk dari kebudayaan tersebut yang dapat didokumentasikan, dipublikasikan, dilestarikan dan dikembangkan untuk memperkaya serta mempertinggi tingkat peradaban suatu masyarakat yang memilikinya. Salah satu contoh nyata daerah Blitar Jawa Timur Indonesia, didaerah tersebut kebudayaan Jawa masih melekat sangat kenatal karena pengaruh dari kerajaan Singasari, Kadiri, dan Majapahit. Candi penataran misalanya sebuah candi dengan nama asli Candi Palah (Prasasti Palah) yang megah dan memiliki nilai arsitektur tinggi merupakan peninggalan tiga kerajaan besar diJawa.
            Pada masa itu candi penataran merupakan tempat keagamaan, seiring perkembangan zaman dan runtuhnya kerajaan kerajaan yang bercorak Hindu Budha, sekarang ini beralih fungsi sebagai tempat pembelajaran, wisata dan yang tidak kalah menarik candi tersebut digunakan sebagai tempat pementasan sendra tari lokal dan mancanegara yang diadakan oleh DKKB (Dinas Kebudayaan Kabupeten Blitar) dengan nama Purnama Seruling Penataran. Konsep ini pada mulanya ingin memecahkan rekor muri meniup seruling dicandi Penataran pada bulan purnama denagan kapasitas peniup tak terhingga, akan tetapi gagal karena hanya sedikit orang yang berpartisipasi dalam peniupan seruling tersebut, kemudian dengan gagalnya rekor tersebut memunculkan ide baru yang akhirnya dijadikan ajang sendra tari lokal maupun mancanegara. Dalam sendra tari tersebut kita dapat menyaksikan keanekaragaman budaya Indonesia dan mancanegara yang  terkemas dalam ruang lingkup candi Penataran.
            Adanya konsep ini merupakan terobosan baru di bidang hubungan internasiaonal, mengingat bahwa pada masa kerajaan Majapahit penyatuan Nusantara melalui ekspansi ekspansi darat maupun laut sehingga bersatulah Nusantara. Jika pada masa Feodalisme penyatuan suatu daerah dengan cara perang militer akan tetapi di zaman reformasi seperti ini penyatuan atau hubungan internasional melalui kebudayaan seperti yang dilakukan DKKB denagan mengadakan sendra tari yang mempertontonkan budaya lokal serta mancanegara.
            Selain itu jika kita telisik dari kacamata pendidikan, konsep semacam itu memiliki implikasi yang besar dalam pendidikan Indonesia, yaitu menanamkan jiwa nasionalisme cinta terhadap tanah air sendiri. Mengingat bahwa Indonesia merupakan negara dengan masyarakat multikultural, menurut Clifford Gertz Masyarakat multikultural adalah merupakan masyarakat yang terbagi dalam sub-sub sistem yang kurang lebih berdiri sendiri dan masing-masing sub sistem terkait oleh ikatan-ikatan primordial. Dengan keadaan semacam ini Indonesia kaya akan kebudayaan dan suku bangsa, untuk menanamkan cinta terhadap tanah air mengenalkan dan mempertontonkan kebudayaan yang ada di negara tersebut sangatlah penting dan bermanfaat.

“Suatu kebudayaan lam kelamaan akan tergerus dan hilang ketika terjajah oleh kebudayaan asing sedang kita tidak melestarikan kebudayaan milik kita sendiri”

PEMENTASAN SENDRA TARI PURNAMA SERULING PENATARAN










Ipan76 | Tekisik Aneka | Greenboxindonesia

0 komentar:

Posting Komentar