Selamat Datang

Kuucapkan terimakasih untuk teman teman yang mengiklhaskan sedikit waktunya untuk menengok karya poetra PETA....

Bangga Produk Dalam Negeri

Kamis, 03 Maret 2016

          Bangga, apa itu? Ucapan yang sering terdengar di telinga, dalam realita sehari-hari. Namun apakah kita menegrti apa makna bangga itu sendiri? Menurut hemat saya Bangga itu ketika kita merasa percaya diri dan senang dengan sesuatu hal tertentu misalnya kita bangga memakai batik Yogyakarta, Solo ataupun Papua. Kita bangga menjadi warga negara Indonesia, kita bangga menggunakan produk – produk anak bangsa. Ungkapan kata “Bangga”
meskipun sering terdengar, namun juga tak semudah membalikan telapak tanggan untuk mendapatkan gelar “Bangga”, karena menyangkut kesenangan dan percaya diri. Ibarat tahta “Bangga” layaknya seorang Pendiri Kerajaan yang pada akhirnya dianugrahi gelar Raja oleh setiap rakyatnya. Artinya ungkapan kata “Bangga” akan terucap ketika suatu hal tersebut sudah mempunyai nilai tawar tersendiri.
Di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini harusnya banyak yang kita banggakan. Seperti sebuah lirik lagu Nasional “Dari sabang sampai merauke, berjejer pulau-pulau”, dari lirik lagu itu sebenarnya sudah mencerminkan bahwa Indonesia memiliki pulau-pulau yang setiap pulau mempunyai kebudayaan dan kekhasan masing-masing. Kebudayaan itulah yang akhirnya dalam nasional disebut dengan “Kebudayaan Indonesia”. Kebudayaan itu apasih? Kebudayaan itu semacam sebutan untuk hasil rasa, cipta, dan karya manusia. Artinya segala produk-produk yang ada di Indonesia ini merupakan hasil dari sebuah kebudayaan yang berkelanjutan. Contohnya seperti yang bisa kita banggakan saat ini, beberapa bangunan bersejarah yang berdiri kokoh, Candi Brorobudur, Candi Prambanan di Jawa Tengah, Candi Penataran, Candi Singosari di Jawa Timur merupakan suatu hasil produk kebudayaan pada masa Kerajaan Hindhu-Budha yang pada waktu itu Indonesia masih bernama Nusantara.
Berbicara mengenai “Produk-produk Anak Bangsa” seperti apa sih itu? Nah, kalau pertanyaan ini mungkin saya rasa, semuanya memiliki pengertian masing-masing dan memiliki gambaran produk-produk apa saja yang menjadi andalan anak bangsa Indonesia ini. Produk anak bangsa bisa saja mencangkup, Benda-benda yang bernialai ekonomi tinggi misalnya pakaian adat disetiap dareah tertentu di Indonesia, Kain Tenun NTB, Batik khas Yogyakarta maupun Solo. Dari produk Kuliner misalnya, Teh, Kopi, dan makanan-makanan tradisional setiap daerah di Indonesia yang sering dicari para wisatawan ataupun traveller-traveller, atau benda-benda yang bernilai seni tinggi seperti halnya karya Sindudarsono Sudjojono, warna-warni cat yang diolahnya menjadi sebuah lukisan Raja Sultan Agung Haryokusumo penguasa abad ke 17 Kerajaan Mataram, yang sekarang dipajang di Museum Nasional.
Indonesia yang bisa dikatakan sebagai negara dengan beragam jenis suku dan budaya masing-masing daerah tidaklah heran jika memiliki kekayaan tentang produk-produk hasil dari kebudayaan disetiap daerah, dan tidak mengherankan juga ketika banyak dari mereka-mereka warga negara asing yang ingin menghabiskan waktu berliburnya di Indonesia untuk menikmati dan mengetahui berbagai produk-produk anak bangsa, mulai dari seni, kuliner, dan pernak-pernik kerajinan tangan anak bangsa. Produk-produk seperti ini bisa dijumpai di masing-masing pulau di Indonesia dan biasanya mesti relevan dengan wisata geografisnya yang elok dan eksotik. Coba kita hitung mulai dari Sabang sampai merauke, Aceh memiliki racikan kopi yang digemari para pecinta kopi, wisata georafisnya di Kepulauan Riau Belitung terdapat pantai dengan hiasan bebatuan besar yang pernah digunakan sebgai seting film “Laskar Pelangi” bersumber pada karya novel Andrea Hirata. Kalimantan, yang dikenal dengan sebutan Borneo ragam hias pakaian dan eksotika wisata alam yang di gandrungi wisatawan. Jawa-Bali-NTB, mulai dari seni, kuliner, serta pakaian adat dan keindahan alamnya sangat memiliki nilai tawar hingga internasional. Sulawesi hingga Papua pun tak serta merta berdiam diri mereka juga menawarkan produk-produk hasil dari kebudayaan masing-masing.
Sejak jaman pemerintah menggunakan sistem feodal yang artinya penguasa adalah Raja dan Raja adalah titisan Tuhan, hingga sampai saat ini sistem pemerintahan menjadi demokrasi, Indonesia memang sudah menjadi sasaran utama dari negara-negara lain di dunia karena beranega ragam kekayaan akan produk-produk kebudayaanya. Namun, begitulah kata ungkapan “Rumput tetangga memang lebih hijau”, masyarakat meskipun tidak semuanya, masih banyak yang tidak sadar akan produk-produk anak bangsa yang patut dibanggakan. Banyak yang menganggap produk-produk negara asing lebih memiliki kebanggan dibandingkan produk sendiri. Memang bangga dengan produk-produk asing tidaklah dikenakan sangsi dan hukuman, karena kita punya hak untuk bangga terhadap apapun itu, namun alahkan indahnya jika kita juga bangga dengan produk-produk anak bangsa dan hingga pada ahkirnya yang kita banggakan ini memiliki semangat meningkatkan mutu dan kualitas dan nantinya bisa sepadan dengan produk-produk asing namun mempunyai kekhasan masing-masing.

Dari celoteh diatas, saya harap bisa menjadi motivasi pembaca untuk bangga dengan produk anak bangsa. Namun kembali lagi, semuanya itu harus berawal dari diri sendiri, dari mulai terkecil utuk belajar mengenal hasil dari budaya Indonesia yang nantinya bisa menumbuhkan rasa ingin tahu berkelanjutan, selanjutnya ketika sudah mengetahui dan mengenal, secara otomatis rasa percaya diri akan muncul diikuti dengan senang dalam hati yang berujung pada kebanggaan terhadap suatu hal tersebut.


Ipan76 | Tekisik Aneka | Greenboxindonesia

0 komentar:

Posting Komentar